Penjelasan ILUNI UI Terkait Pencabutan Pengesahan Akta Badan Hukum oleh Kemenkumham

abadikini.com, DEPOK – Polemik adanya organisasi yang mendaftarkan diri sebagai perkumpulan ILUNI UI akhirnya selesai dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM pada tanggal 15 Agustus 2017 yang mencabut pengesahan perkumpulan ILUNI UI.

Organisasi ini didirikan oleh beberapa alumni UI yang merasa tidak puas dengan proses Pemilihan Raya Ketua ILUNI UI pada akhir Juli 2016 yang diikuti oleh sekitar 18.000 alumni secara daring dengan mekanisme one man one vote. Pencabutan ini didasarkan surat dari Rektor UI yang menyampaikan keberatan atas penggunaan nama Ikatan Alumni UI dan logo Makara UI.

Ikatan Alumni UI dengan ketua umum Arief Budhy Hardono juga menyampaikan keberatan yang sama atas perkumpulan yang menggunakan nama yang mirip dengan Ikatan Alumni UI ini. Pernyataan Rektor dan ketua ILUNI UI ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 68 tahun 2013 Tentang Statuta UI yang antara lain mengatur hubungan UI dengan ikatan alumninya dan aturan pengunaan logo Makara UI.

 

“Sebelum dilakukan pencabutan, pihak Kementerian Hukum dan HAM melalui notaris yang membuat akta perkumpulan telah memberikan kesempatan 14 hari kerja kepada para pendiri dan pengurus perkumpulan tersebut untuk melakukan perubahan nama perkumpulan, agar tidak mencatut nama resmi organ UI” Kara Arif dalam keterangan persnya yang diterima abadikini.com pada Rabu (13/9/2017)

ILUNI UI yang sah dan diakui pihak Rektorat UI adalah ikatan alumni yang tercantum dalam Statuta UI, Peraturan Rektor UI No. 030 tahun 2016. Andre Rahadian, SekJen ILUNI UI menyatakan dasar pencabutan pengesahan adalah karena penggunaan nama ILUNI UI dan logo Makara UI yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Resmi Dibubarkan Pemerintah, ILUNI UI Pertimbangkan Dukung Yusril Gugat Perppu Ormas

Tindakan seperti ini rentan digunakan untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab. Menurut Andre, MenkumHam telah memberikan kesempatan yang cukup kepada pengurus organisasi yang menyebut dirinya ILUNI UI Badan Hukum tersebut untuk mengubah namanya namun tidak dilakukan, sehingga memang pencabutan ini sudah sesuai prosedur.

Dengan berakhirnya polemik ini, Ketua Umum ILUNI UI, Arief Budhy Hardono mengajak seluruh keluarga besar Alumni UI untuk bergabung dan bekerja bersama dalam ILUNI UI, rumah kita semua, untuk memajukan almamater, bangsa, dan negara.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Beri Tanggapan Anda?

Media Partner