Suhaili-Aris Muhammad

Pasangan Suhaili-Aris Muhammad Dinilai Berpeluang Menang di Pilgub NTB 2018

Oleh Munir M Thalib Spd (Intelektual Muda NTB)

abadikini.com, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTB) di tahun 2018 mendatang sangat menarik untuk di cermati karena hilangnya figur dominan atau kandidat kuat yang  sempat menguasai NTB 10 tahun belakangan ini yang hampir tidak memiliki pesaing, hilangnya figur dominan yang begitu melekat pada diri TGB H. Jainul Madji memberikan ruang dan peluang bagi munculnya figur2 baru untuk berkompetisi merebut suara dan kepercayaan dari masyarakat NTB.

Seimbangnya persaingan politik dalam pemilihan gubernur NTB kali ini memunculkan nama tokoh-tokoh yang sangat tidak asing lagi bagi masyarakat NTB karena mereka sangat di untungkan dengan masih menjabat sebagai kepala daerah, diantaranya ada nama H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir, SH sebagai bupati Lombok tengah, ada nama H. Ahyar Abduh yang masih menempati posisi wali kota Mataram dan ada nama yang populer lainya adalah Ali BD selaku bupati Lombok timur Yang punya basis massa  di tiap-tiap daerahnya.

Peluang mereka untuk merebutkan suara terbanyak untuk menduduki kursi gubernur NTB akan di tentukan oleh beberapa hal, diataranya kendaraan politik atau parpol dan figur calon pendamping. Tetapi  sebagai respon terhadap politik identitas sa’at ini perlu juga memerlukan resep lain sebagai penunjang.

Pertama, tentu kaitan dengan visi dan jargon tentang pembagunan yang menjadi acuan dasar dalam kampanye politik yang harus merata (flat) ke segala arah, di antaranya masalah ketimpangan ekonomi (kemiskinan, pariwisata, pertanian, perbaikan infrastruktur) dll. Tentu itu semua harus di landaskan dengan prinsip kemasukakalan yang artinya, visi itu harus memenuhi kebutuhan masyarakat atau dengan kata lain mempertimbangkan rasionalitas publik agar visi yang di sampaikan menjadi kenyataan. itu semua membutuhkan orang  jujur, sederhana dan bersih. karena ciri dan sikap yang seperti itu adalah manifestasi dari kesejahteraan itu sendiri agar tidak memberikan jaminan atau janji yang tidak proporsional.

Kedua, kaitannya dengan finansial sebagai cos politik yang meliputi, lobi politik kepada parpol, intensitas rapat akbar, pemasangan atribut, penunjang masa kampanye dan seterusnya.

Ketiga, kelompok segolongan atau sosok yang mewakili daerah, penulis biasa menyebutnya “keterwakilan kesukuan” sebagai identitas yang sulit di pisahkan dalam politik di Nusa Tenggara Barat. Untuk menakar sejauh mana pengaruh ke tiga figur itu untuk mendapatkan suara maka kita harus terlebih dahulu melihat basis pendukung ketiga calon itu.

Pertama, H. Suhaeli berpengaruh besar di Lombok tengah dengan organisasi Yatofa sebagai organisasi terbesar kedua setelah NW, Yatofa mempunyai keunggulan tersendiri.

Kedua, Ahyar Abdul sebagai walikota Mataram yang lahir di Lombok timur telah mendominasi dukungan tokoh elit dan koalisi besar dr parpol  dalam memainkan irama politik di NTB, meskipun basis kantong suaranya di kota Mataram kecil Yang hanya 402.483 jiwa.

Ketiga, Ali BD salah satu tokoh sentral di Lombok timur yang memiliki kepadatan penduduk terbanyak di NTB, meskipun di untungkan dengan jumlah pemilih terbanyak sekitar 1.155 jiwa, tetapi mempunyai sisi kelemahan karena tidak di usung oleh partai, dan kemungkinan suara di Lombok timur akan terpecah. Dia akan menempuh jalur independen.

Keempat, Rohmi dengan pengaruh ketokahan TGB dan NW-nya juga berpeluang dalam memperebutkan posisi nomor satu dalam kancah politik di NTB.

Dengan jumlah penduduk NTB sekitar 4. 702  jiwa, maka Setiap pasangan calon jika mampu mendapatkan suara sebanyak 1.500 (satu juta lima ratus ribu suara) udah bisa dipastikan memenuhi peluang untuk menang.

Dengan tampilnya H. Suhaeli dan munculnya sosok  H. Aris Muhammad “SUAR” (Suhaeli -Aris) yang masing-masing di usung Partai Golkar dan Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan peluang besar bagi pasangan ini untuk memenangkan pertarungan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB, karena Paslon Suhaili-Aris mempunyai keunggulan seperti apa yang penulis katakan di atas.

Suhaeli  yang dekat dengan ulama dan para pemuka agama yang masih menjabat sebagai bupati Lombok tengah dua periode dan juga sebagai ketua DPD Golkar Provinsi NTB yang punya keterwakilan suara mayoritas masyarakat Lombok dan komunitas suku sasak sebagai penduduk asli Kabupaten Lombok Tengah  dengan kepadatan penduduk 898.855 jiwa  (sumber data pusat statistik kabupaten Lombok tengah. 2014) akan di untungkan karena berpasangan dengan H. Aris Muhammad. SH yang keterwakilannya dari pulau Sumbawa.

Aris Muhammad yang seorang pengusaha sukses di Jakarta dan juga sekarang ia dipercayai Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza mahendra untuk menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Bulan Bintang itu di kenal jujur dan sederhana yang kini makin di kenal di masyarakat Bima dari hasil safari politik yang begitu kencang akhir-akhir dilakukannyaa.

Aris Muhammad sebagai salah satu tokoh NTB yang sukses di Jakarta ini sangat berkeinginan memenuhi panggilan moral sebagai putra daerah dana Mbojo untuk kembali memberikan sumbangsih pemikiran ide dan gagasan sebagai wujud nyata pengabdian untuk daerahnya.

Yang tentunya beberapa penulis yang lain juga sudah pernah menulis, membicarakan tentang profilnya dan visinya. Tampil sebagai calon wagub dengan latar belakang  pengusaha tentu Aris Muhammad akan memberikan kontribusi nilai plus bagi pembangunan NTB. Dengan kemandiriannya untuk mencari investasi  dan mampu mengelola segala kemungkinan tantangan NTB ke depanya yang selaras dengan cita- cita pembagunan nasional. (adm.ak).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Beri Tanggapan Anda?

Media Partner