Suasana Sidang MK

MK Setujui Yusril, Romli dan Jimly Sebagai Saksi Ahli DPR dalam Perkara Gugatan Angket KPK

abadikini.com, JAKARTA – Mahakamah Konstitusi (MK) gelar lanjutan sidang gugatan terhadap keabsahan Pansus KPK oleh DPR RI yang diajukan oleh empat pemohon, yakni mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Para pemohon mengajukan uji materi UU MD3 Pasal 79 ayat (3), pasal 199 ayat (3), dan pasal 201 ayat (2), Rabu (13/9/2017).

Diawal persidangan Hakim Ketua Anwar Usaman menyatakan, setelah melakukan Rapat Pemusyawaratan Hakim (RPH) MK menolak mengeluarkan putusan provisi atau putusan sela terkait uji materi soal hak angket yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3.

“Sidang dalam permohonan pengujian UU Nomor 17/2014 terhadap UUD 1945 dilanjutkan tanpa penjatuhan putusan provisi,” kata Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Selain itu kata Anwar Usaman, MK  juga menyetujui dan menerima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai piahak terkait dalam perkaran ini.

“Melalui rapat pemusyawaratan hakim MK telah menyetujui, menerima KPK sebagai pihak terkait dan tentu saja nanti untuk sidang berikutnya,” ujarnya.

Anwar menambahkan, dalam RPH, MK juga telah menyetujui 3 ahli yang diajukan oleh DPR. Ketiga ahli tersebut adalah Yusril Ihza Mahendra, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshiddiqie, dan guru besar Fakultas Hukum Unpad Prof Romli Atmasasmita.

“Mahkamah Konstitusi juga menerima surat dari DPR. Bahwa DPR akan menghadirkan ahli sebanyak 3 orang, yaitu Yusril Ihza Mahendra, Jimly Asshiddiqie dan Romli Atmasasmita,” ucap Anwar.

Nantinya ketiga ahli tersebut akan dihadirkan setelah pihak pemohon mengajukan ahli. “Untuk keterangan ahli, tentu akan disampaikan setelah pihak pemohon usai mengajukan ahli,” kata Anwar.

Pada persidangan hari ini, pemohon mengajukan 3 ahli, yaitu Zainal Arifin Mochtar, Denny Indrayana, dan Yuliandri. Dari ketiga nama tersebut, hanya Zainal yang hadir langsung di gedung MK. Sedangkan Denny menyerahkan keterangan tertulis dan Yuliandri menyampaikan keterangan melalui video conference. (sovie.ak)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Beri Tanggapan Anda?

Media Partner