JPU Protes Yusril Jadi Saksi Ahli Buni Yani, Kuasa Hukum: Yusril Itu Ahli Teori Hukum dan Filsafat Hukum

abadikini.com, BANDUNG – Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra dihadirkan oleh pengacara Buni Yani untuk mejadi saksi ahli dalam persidangan dugaan pelanggaran UU ITE. Kehadiran Yusril membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) keberatan dan protes.

Keberatan Jaksa Penuntut Umum itu disampaikan saat awal-awal dimulainya persidangan yang digelar di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jabar, Selasa (12/9/2017).

Kehadiran Yusril dianggap oleh JPU tidak relevan dengan kasus teknologi informasi (IT) yang menjerat Buni Yani. Karena menurut JPU Yusril itu ahli konstitusi bukan ahli teknologi informasi (IT)

“Jaksa Penuntut Umum keberatan hubungan IT dengan konstitusi tidak ada relasi, jadi nggak bisa diambil keterangannya,” ucap JPU Andi M Taufik diawal persidangan.

Baca juga: 

Menanggapi hal hal itu, penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengklarifikasi penolakan jaksa. Aldwin menegaskan, Yusril Ihza Mahendra tak sekadar Pakar hukum tata negara atau konstitusi, melainkan juga ahli teori hukum secara umum. Kesaksian Yusril kami anggap diperlukan untuk menjelaskan teori hukum berkaitan pasal 28 dan pasal 32 Undang Undang ITE yang didakwakan kepada Buni Yani.

“Jadi, selama ini dikenal ahli konstitusi, beliau juga ahli teori hukum, filsafat hukum, nanti meng-explore (menjabarkan) teori-teori hukum atas pasal itu,” tegas Aldwin.

Diketahui, Yusril hadir sebagai saksi ahli meringankan dalam sidang kasus pelanggaran Undang-Undang ITE dengan terdakwa Buni Yani atas permintaan kuasa hukum Bun Yani.

Sebelumnya, Mantan Menteri Hukum dan Ham itu menegaskan, dirnya tak berpihak kepada siapa pun, melainkan netral dan objektif dalam memberikan keterangan sesuai kapasitasnya sebagai ahli hukum.

“Jangan dianggap ahli yang memberikan keterangan, kalau didatangkan penasihat hukum, memihak penasihat hukum, kalau didatangkan jaksa, memihak jaksa,” ujar Yusril Ihza Mahendra saat tiba di lokasi sidang, Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/9/2017).

Yusril juga menegaskan, tujuan kehadirannya adalah untuk membantu hakim mendapatkan keterangan yang jelas.

“Ahli dihadirkan untuk memberikan keterangan terhadap sesuatu yang memerlukan kejelasan, sehingga memungkinkan majelis hakim mengadili perkara ini seadil-adilnya,” pungkas Yusril. (sovie.ak)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Beri Tanggapan Anda?

Media Partner